Tarif Trump

Zona Investasi – Tarif Trump kembali menjadi sorotan dan langsung mengguncang pasar keuangan global, termasuk aset kripto seperti Bitcoin. Harga Bitcoin melemah pada awal perdagangan pasar Asia, Senin 23 Februari 2026, ketika pelaku pasar merespons perkembangan terbaru kebijakan tarif Amerika Serikat. Kegelisahan meningkat setelah Mahkamah Agung membatalkan penggunaan kewenangan darurat yang sebelumnya dipakai untuk memberlakukan tarif. Situasi tersebut memicu ketidakpastian baru karena arah kebijakan perdagangan dinilai berubah dengan cepat. Investor yang sebelumnya berharap stabilitas justru menghadapi risiko tambahan di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global. Tekanan jual pun muncul sejak pembukaan pasar Asia dan mendorong harga Bitcoin turun cukup tajam. Sentimen negatif semakin meluas karena pernyataan terbaru dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump menambah lapisan ketidakpastian yang belum sepenuhnya terjawab oleh pasar.

Bitcoin Sentuh Level Terendah Sejak Awal Februari

Dihantam Isu Tarif Trump, Bitcoin Tergelincir ke Rp 1,08 Miliar per Koin!

Harga Bitcoin sempat merosot hingga 4,8 persen dan menyentuh USD 64.300 atau sekitar Rp 1,08 miliar dengan asumsi kurs Rp 16.801 per dolar AS. Level tersebut menjadi titik terendah sejak 6 Februari 2026 dan memicu kekhawatiran baru di kalangan trader. Tarif Trump kembali menjadi faktor dominan yang membentuk persepsi risiko karena pelaku pasar menilai kebijakan perdagangan dapat memengaruhi arus modal global. Saat ketidakpastian meningkat, investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko termasuk kripto. Tekanan juga menjalar ke aset digital lain seperti Ethereum yang turun sekitar 5,2 persen. Koreksi serentak ini menunjukkan bahwa sentimen negatif tidak hanya terfokus pada Bitcoin, melainkan menyentuh keseluruhan pasar kripto. Volume transaksi meningkat selama penurunan berlangsung, menandakan aksi jual aktif yang dilakukan oleh pelaku pasar jangka pendek.

Kebijakan Dagang AS Picu Gejolak Pasar Global

Dihantam Isu Tarif Trump, Bitcoin Tergelincir ke Rp 1,08 Miliar per Koin!

Gejolak pasar semakin terasa setelah pejabat Amerika Serikat menyampaikan bahwa kesepakatan dagang yang mereka negosiasikan dengan sejumlah mitra tetap berjalan meskipun Mahkamah Agung membatalkan penggunaan kewenangan darurat tarif. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan melalui media sosial bahwa ia akan menaikkan tarif global 10 persen yang baru diumumkan sehari sebelumnya menjadi 15 persen. Pernyataan itu langsung memicu reaksi di berbagai instrumen keuangan. Dolar AS melemah pada awal perdagangan Asia, sementara kontrak berjangka saham AS ikut terkoreksi. Pelaku pasar melihat inkonsistensi kebijakan sebagai sumber risiko yang sulit mereka prediksi. Ketika arah kebijakan berubah dalam waktu singkat, investor global menahan ekspansi dan memilih strategi defensif. Kondisi ini menambah tekanan pada aset berisiko dan memperkuat volatilitas yang sudah tinggi di pasar kripto sepanjang awal tahun.

Pasar Kripto Dinilai Masih Rapuh

Dihantam Isu Tarif Trump, Bitcoin Tergelincir ke Rp 1,08 Miliar per Koin!

Co founder Orbit Markets Caroline Mauron menilai kondisi pasar kripto saat ini masih rapuh dan sangat sensitif terhadap sentimen makro. Ia melihat area USD 60.000 sebagai level penopang penting bagi Bitcoin jika tekanan berlanjut. Ketegangan geopolitik di Iran serta perubahan kebijakan tarif Amerika Serikat ikut membebani psikologi pasar. Investor jangka pendek memantau pergerakan harga dengan ketat dan menyiapkan skenario jika harga kembali menguji batas bawah tersebut. Banyak trader menggunakan pendekatan teknikal untuk menentukan titik masuk dan keluar, sementara investor jangka panjang lebih fokus pada fundamental serta prospek adopsi kripto secara global. Ketidakpastian makro membuat arus dana bergerak cepat antar instrumen, sehingga volatilitas meningkat dalam waktu singkat. Selama sentimen negatif mendominasi, potensi fluktuasi tajam masih terbuka lebar dan membuat pasar kripto bergerak dalam rentang yang lebar.

Ujian Menuju Level Psikologis Berikutnya

Pergerakan harga selanjutnya sangat bergantung pada respons pasar terhadap perkembangan kebijakan perdagangan dan kondisi ekonomi global. Jika tekanan jual terus berlanjut, pelaku pasar bisa mendorong Bitcoin turun mendekati USD 60.000 dan menjadikannya batas psikologis penting. Sebaliknya, untuk mengembalikan sentimen positif, harga perlu menembus kembali level USD 70.000 agar minat beli meningkat signifikan. Level tersebut sering dipandang sebagai sinyal kekuatan tren naik yang baru. Investor institusional dan ritel sama sama menunggu kepastian arah kebijakan sebelum meningkatkan eksposur. Selama ketidakpastian tetap tinggi, strategi lindung nilai dan manajemen risiko akan menjadi prioritas utama. Dinamika ini menunjukkan bahwa pasar kripto tidak bergerak dalam ruang hampa, melainkan sangat bergantung pada kebijakan ekonomi dan politik global yang terus berubah dalam waktu singkat.

Narasumber: Lapak Cerita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *